ana

ana
micro

Label

Jumat, 08 Juli 2011

PROPOSAL KEGIATAN
Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
(1432 H)








PR IPM SMA MUHAMMADIYAH 1 SEMARANG
&
ROHIS SMA MUHAMMADIYAH 1 SEMARANG

JL. Tentara Pelajar No. 91 Semarang 50256 Telp. 8310302














PROPOSAL KEGIATAN
MEMPERINGATI ISRA MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW
PR IPM dan ROHIS SMA MUHAMMADIYAH 1 SEMARANG
TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012


Bismillahirrahmanirrahim

I. PENDAHULUAN
Segala puji bagi Allah yang senantiasa melimpahkan Rahmat ,Taufiq serta Hidayah – Nya kepada kita, dengan harapan acara ini dapat terlaksana dengan baik, lancar dan tertib.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya yang kita nantikan syafaatnya di Yaumil Akhir nanti.
Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum yang sangat tepat bagi umat islam khususnya untuk belajar mengambil I'tibar ( hikmah ) dari sejarah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.
Oleh karena itu sebagai bagian dari perkaderan di Persyarikatan Muhammadiyah, keluarga besar SMA Muhammadiyah 1 Semarang bermaksud mengadakan kegiatan untuk menyemarakkan dan mensyiarkan Agama Islam lewat momentum Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yaitu teladan kita, idola kita dan contoh bagi kita.
Acara yang Insya Allah kita laksanakan adalah pengajian yang ditujukan untuk mengikuti salah satu sunnah Rasul yaitu mendapatkan ilmu dan bersedekah.

II. DASAR KEGIATAN
Sebagai dasar / pedoman pelaksanaan kegiatan ini, kami berpijak kepada :
1. Al Qur'an dan Hadits.
2. Visi dan Misi SMA Muhammadiyah 1 Semarang.
3. Program kerja PR IPM bidang Kajian Studi Dakwah Islam dan ROHIS SMA Muhammadiyah 1 Semarang
4. Rapat konsultasi Pembina IPM dan ROHIS dengan Kepala SMA Muhammadiyah 1 Semarang.

III. NAMA KEGIATAN
Kegiatan yang akan dilaksanakan ini bernama Pengajian Isra Mi’raj Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

IV. TUJUAN KEGIATAN
Tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini antara lain :
1. Menumbuhkan semangat siswa untuk berjuang di jalan Allah.
2. Mengambil pelajaran dari sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW.
3. Mencetak kader Persyarikatan yang loyal dan berdedikasi tinggi.
4. Menumbuhkan semangat siswa akan pentingnya Ukhuwah Islamiyah.
5. Menggerakkan kreatifitas siswa dalam menjalankan organisasi di sekolah.

V. JENIS KEGIATAN
Dalam rangka menyemarakkan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H ini, Insya Allah kami akan melaksanakan kegiatan, yaitu Bakti Sosial

VI. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Hari / tanggal : Senin, 11 Juli 2011
Waktu : 09.00 – selesai
Tempat : Masjid Ulul Albab SMA Muhammadiyah 1 Semarang

VII. PESERTA KEGIATAN
1. Siswa siswi SMAMuhammadiyah 1 Semarang

VIII. PANITIA KEGIATAN
1. Pengurus IPM dan ROHIS SMA Muhammadiyah 1 Semarang
IX. PENUTUP
Alhamdullilah, atas Karunia Allah SWT kami dapat menyelesaikan proposal kegiatan ini dengan baik dan lancar. Besar harapan kami, mudah – mudahan proposal ini dapat dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan ini, sehingga akan dapat dilaksanakan dengan sebaik – baiknya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Akhirnya hanya kepada Allah lah kami berserah diri. Semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk dapat melaksanakan amanah – Nya. Amin.
Nasrun Minallahi Wa Fathun Qarib.


Semarang, 8 Juli 2011 M
29 Rajab 1432 H


Ketua Panitia Sekretaris



Arief Rizal Syafi’i

Mengetahui,


Kepala Sekolah Koordinator



Drs. Giyatno Badroh Rif’atin, S.Ag
NBM. 772 391 NBM. 740 596 9931












ROHANI ISLAM (ROHIS)
SMA MUHAMMADIYAH 1 SEMARANG
Jl.Tentara Pelajar No. 91 Semarang . telp : (024) 8310302

Lampiran 1
SUSUNAN KEPANITIAAN PR IPM ROHIS
MAULID NABI MUHAMMAD SAW
SMA MUHAMMADIYAH 1 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012

Penanggung Jawab : Kepala SMA Muhammadiyah 1 Semarang
Koordinator : Badroh Rif’atin, S.Ag
Ketua : Arief Rizal
Sekretaris : 1. Syafi’i
2. M. Adhi Fatwa
Bendahara : Andita Istiana
Bidang – Bidang :

Pubdekdok : a. Setyo Nugroho
b. Mukhib
Perlengkapan : a. Andika Bastian
b. Eko Kumbo
c. Faizul Abror
d. Amirul Muslimin
Acara : a. Nadia Nurul
b. Zulkhana Lutfia Hida
c. Nurul Fitriana
d. Zakiyatus Sholehah
Kosumsi : a. Anisa Miftakhul
b. Liani Kristanti
c. Nurul Fatma










ROHANI ISLAM (ROHIS)
SMA MUHAMMADIYAH 1 SEMARANG
Jl.Tentara Pelajar No. 91 Semarang . telp : (024) 8310302

No. : 01/1107/2011 Semarang, 8 Juli 2011
Hal : Undangan

Kepada Yth.
Bapak/Ibu Guru dan Karyawan
SMA Muhammadiyah 1 Semarang

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya.
Sehubungan akan diadakannya pengajian Isra’ Mi’raj Nabi Muhammadiyah 1 Semarang, yang Insya Allah akan dilaksanakan pada :

Hari/tanggal : Senin, 11 Juli 2011
Waktu : Pukul 09.30 WIB – seleseai
Tempat : Masjid Ulul Albab
SMA Muhammadiyah 1 Semarang
Maka dengan ini kami memohon kepada Bapak/Ibu dan Karyawan SMA Muhammadiyah 1 Semarang untuk menghadiri acara tersebut.
Demikian pemberitahuan yang dapat kami sampaikan, atas perhatian dan ijinnya kami ucapkan terima kasih.

Nun wal qalami wama yasthurun.

WasallamualaikumWr. Wb.


Ketua panitia, Sekretaris,


Arief Rizal Syafi’i
Mengetahui,
Kepala Sekolah, Koordinator

Drs.Giyatno Badroh Rif’atin, S. Ag
NBM.772391 NBM. 740 596 9931

Minggu, 01 Mei 2011

BIOMA DI DUNIA





Pada habitat darat dikenal istilah Bioma yaitu daerah habitat yang meliputi skala yang luas. Berikut ini hanya akan dibahas beberapa bioma utama yaitu:
1. Bioma Gurun dan Setengah Gurun
Bioma gurun dan setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara, Afrika Utara, Australia dan Asia Barat.
Ciri-ciri:
1.Curah hujan sangat rendah, + 25 cm/tahun
2.Kecepatan penguapan air lebih cepat dari presipitasi
3.Kelembaban udara sangat rendah
4.Perbedaan suhu siang haridenganmalamharisangattinggi(siangdapat mencapai 45 C, malam dapat turun sampai 0 C)
5.Tanah sangat tandus karena tidak mampu menyimpan air
Lingkungan biotik:
- Flora: tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang dapat
beradaptasi dengan daerah kering (tumbuhan serofit).
- Fauna: hewan besar yang hidup di gurun umumnya yang mampu
menyimpan air, misalnya unta, sedang untuk hewan-hewan kecil
misalnya kadal, ular, tikus, semut, umumnya hanya aktif hidup pada
pagi hari, pada siang hari yang terik mereka hidup pada lubang-lubang.
2. Bioma Padang Rumput
Bioma padang rumput membentang mulai dari daerah tropis sampai dengan daerah beriklim sedang, seperti Hongaria, Rusia Selatan, Asia Tengah, Amerika Selatan, Australia.
Ciri-ciri:
1.Curah hujan antara 25 - 50 cm/tahun, di beberapa daerah padang rumput curah hajannya dapat mencapai 100 cm/tahun.
2.Curah hujan yang relatif rendah turun secara tidak teratur.
3.Turunnya hujan yang tidak teratur tersebut menyebabkan porositas dan drainase kurang baik sehingga tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air.
Lingkungan biotik:
- Flora: tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan daerah dengan
porositas dan drainase kurang baik adalah rumput, meskipun ada pula tumbuhan lain yang hidup selain rumput, tetapi karena mereka
merupakan vegetasi yang dominan maka disebut padang rumput. Nama padang rumput bermacam-macam seperti stepa di Rusia Selatan,
puzta di Hongaria, prairi di Amerika Utara dan pampa di Argentina.
- Fauna: bison dan kuda liar (mustang) di Amerika, gajah dan jerapah di Afrika, domba dan kanguru diAustralia.
Karnivora: singa, srigala, anjing liar, cheetah.
3. Bioma Sabana
Bioma sabana adalah padang rumput dengan diselingi oleh gerombolan pepohonan. Berdasarkan jenis tumbuhan yang menyusunnya, sabana dibedakan menjadi dua, yaitu sabana murni dan sabana campuran.
- Sabana murni : bila pohon-pohon yang menyusunnya hanya terdiri
atas satu jenis tumbuhan saja.
- Sabana campuran : bila pohon-pohon penyusunnya terdiri dari
campuran berjenis-jenis pohon.
4. Bioma Hutan Tropis
Bioma hutan tropis merupakan bioma yang memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan yang paling tinggi. Meliputi daerah aliran sungai Amazone-Orinaco, Amerika Tengah, sebagian besar daerah Asia Tenggara dan Papua Nugini, dan lembah Kongo di Afrika.
Ciri-ciri:
1.Curah hajannya tinggi, merata sepanjang tahun, yaitu antara 200 - 225 cm/tahun.
2.Matahari bersinar sepanjang tahun.
3.Dari bulan satu ke bulan yang lain perubahan suhunya relatif kecil.
4.Di bawah kanopi atau tudung pohon, gelap sepanjang hari, sehingga tidak ada perubahan suhu antara siang dan malam hari.
- Flora: pada biorna hutan tropis terdapat beratus-ratus spesies
tumbuhan. Pohon-pohon utama dapat mencapai ketinggian 20 - 40 m, dengan cabang-cabang berdaun lebat sehingga membentuk suatu
tudung atau kanopi.
Tumbuhan khas yang dijumpai adalah liana dan epifit. Liana adalah
tumbuhan yang menjalar di permukaan hutan, contoh: rotan. Epifit
adalah tumbuhan yang menempel pada batang-batang pohon, dan
tidak merugikan pohon tersebut, contoh: Anggrek, paku Sarang
Burung.
- Fauna: di daerah tudung yang cukup sinar matahari, pada siang hari
hidup hewan-hewan yang bersifat diurnal yaitu hewan yang aktif pada siang hari, di daerah bawah kanopi dan daerah dasar hidup hewan-
hewan yang bersifat nokfurnal yaitu hewan yang aktif pada malam
hari, misalnya: burung hantu, babi hutan,kucing hutan, macan tutul.
5. Hutan Musim
Di daerah tropis, selain hutan tropis terdapat pula hutan musim.
Ciri tumbuhan yang membentuk formasi hutan musim:
Pohon-pohonnya tahan dari kekeringan dan termasuk tumbuhan tropofit, artinya mampu beradaptasi terhadap keadaan kering dan keadaan basah pada saat musim kemarau (kering), daunnya meranggas, sebaliknya saat musim hujan, daunnya lebat. Hutan musim biasa diberi nama sesuai dengan tumbuhan yang dominan, misalnya: hutan jati, hutan angsana. Di Indonesia, hutan musim dapat ditemukan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Fauna yang banyak ditemukan rusa, babi hutan, harimau.
6. Hutan Lumut
Hutan lumut banyak ditemukan di lereng gunung atau pegunungan yang terletak pada ketinggian di atas batas kondensasi uap air. Disebut hutan lumut karena vegetasi yang dominan adalah tumbuhan lumut. Lumut yang tumbuh tidak hanya di permakean tanah dan bebatuan, tetapi mereka pun menutupi batang-batang pohon berkayu. Jadi pada hutan lumut, yang tumbuh tidak hanya lumut saja, melainkan hutan yang banyak pepohonannya yang tertutup oleh lumut. Sepanjang hari hampir selalu hujan karena kelembaban yang tinggi dan suhu rendah menyebabkan timbulnya embun terus-menerus.
7. Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest)
Ciri khas bioma hutan gugur adalah tumbuhannya sewaktu musim dingin, daun-daunnya meranggas. Bioma ini dapat dijumpai di Amerika Serikat, Eropa Barat, Asia Timur, dan Chili.
Ciri-ciri:
- Curah hujan merata sepanjang tahun, 75 - 100 cm/tahun.
- Mempunyai 4 musim: musim panas, musim dingin, musim gugur dan
musim semi
- Keanekaragaman jenis tumbuhan lebih rendah daripada bioma hutan
tropis.
Musim panas pada bioma hutan gugur, energi radiasi matahari yang diterima cukup tinggi, demikian pula dengan presipitasi (curah hujan) dan kelembaban. Kondisi ini menyebabkan pohon-pohon tinggi tumbuh dengan baik, tetapi cahaya masih dapat menembus ke dasar, karena dedaunan tidak begitu lebat tumbuhnya. Konsumen yang ada di daerah ini adalah serangga, burung, bajing, dan racoon yaitu hewan sebangsa luwak/musang.
Pada saat menjelang musim dingin, radiasi sinar matahari mulai berkurang, subu mulai turun. Tumbuhan mulai sulit mendapatkan air sehingga daun menjadi merah, coklat akhirnya gugur, sehingga musim itu disebut musim gugur.
Pada saat musim dingin, tumbuhan gundul dan tidak melakukan kegiatan fotosentesis. Beberapa jenis hewan melakukan hibernasi (tidur pada musim dingin). Menjelang musim panas, suhu naik, salju mencair, tumbuhan mulai berdaun kembali (bersemi) sehingga disebut musim semi.
8. Bioma Hutan Taiga / Hutan Homogen
Bioma ini kebanyakan terdapat di daerah antara subtropika dengan daerah kutub, seperti di daerah Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska, Kanada.
Ciri-ciri bioma hutan taiga:
1.Perbedaan antara suhu musim panas dan musim dingin cukup tinggi, pada musim panas suhu tinggi, pada musim dingin suhu sangat rendah.
2.Pertumbuhan tanaman terjadi pada musim panas yang berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.
3.Flora khasnya adalah pohon berdaun jarum/pohon konifer, contoh pohon konifer adalah Pinus merkusii (pinus). Keanekaragaman tumbuhan di bioma taiga rendah, vegetasinya nyaris seragam, dominan pohon-pohon konifer karena nyaris seragam, hutannya disebut hutan homogen. Tumbuhannya hijau sepanjang tahun, meskipun dalam musim dingin dengan suhu sangat rendah.
4.Fauna yang terdapat di daerah ini adalah beruang hitam, ajak, srigala dan burung-burung yang bermigrasi kedaerah tropis bila musim dingin tiba. Beberapa jenis hewan seperti tupai dan mammalia kecil lainnya maupun berhibernasi pada saat musim dingin.
9. Bioma Hutan Tundra
Bioma ini terletak di kawasan lingkungan Kutub Utara sehingga iklimnya adalah iklim kutub. Istilah tundra berarti dataran tanpa pohon, vegetasinya didominasi oleh lumut dan lumut kerak, vegetasi lainnya adalah rumput-rumputan dan sedikit tumbuhan berbunga berukuran kecil.
Ciri-ciri:
1.Mendapat sedikit energi radiasi matahari, musim dingin sangat panjang dapat berlangsung selama 9 bulan dengan suasana gelap.
2.Musim panas berlangsung selama 3 bulan, pada masa inilah vegetasi mengalami pertumbuhan.
3.Fauna khas bioma tundra adalah "Muskoxem" (bison berhulu tebal) dan Reindeer/Caribou (rusa kutub).
10. Hutan Bakau / Mangrove
Hutan bakau/mangrove banyak ditemukan di sepanjang pantai yang landai di daerah tropik dan subtropik. Tumbuhan yang dominan adalah pohon bakau (Rhizophora sp), sehingga nama lainnya adalah hutan bakau, selain pohon bakau ditemukan pula pohon Kayu Api (Avicennia) dan pohon Bogem (Bruguiera).
Ciri-ciri:
1.Kadar garam air dan tanahnya tinggi.
2.Kadar O2 air dan tanahaya rendah.
3.Saat air pasang, lingkungannya banjir, saat air surut lingkungannya becek dan herlumpur.
Dengan kondisi kadar garam tinggi, menyebabkan tumbuhan bakau sukar menyerap air meskipun lingkungan sekitar banyak air, keadaan ini dikenal dengan nama kekeringan fisiologis. Untuk menyesuaikan dengan lingkungan tersebut tumbuhan bakau memiliki dedaunan yang tebal dan kaku, berlapiskan kutikula sehingga dapat mencegah terjadinya penguapan yang terlalu besar.
Untuk menyesuaikan diri dengan kadar O2 rendah, tumbuhan bakau memiliki akar nafas yang berfungsi menyerap O2 langsung dari udara. Agar individu baru tidak dihanyutkan oleh arus air akibat adanya pasang naik dan pasang surut terutama pada bakau kita dapati suatu fenomena yang dikenal dengan nama VIVIPARI yang artinya adalah berkecambahnya biji selagi biji masih terdapat dalam buah, belum tanggal dari pohon induknya, dapat membentuk akar yang kadang-kadang dapat mencapai 1 meter panjangnya.
Jika biji yang sudah berkecambah tadi lepas dari pohon induknya maka dengan akar yang panjang tersebut dapat menancap cukup dalam di dalam lumpur, sehingga tidak akan terganggu dengan arus air yang terjadi pada gerakan pasang dan surut.
Hutan bakau di Indonesia terdapat di sepanjang pantai timur Sumatra, pantai barat dan selatan Kalimantan dan sepanjang pantai Irian, di Pulau Jawa hutan bakau yang agak luas masih tersisa di sekitar Segara Anakan dekat Cilacap yang merupakan muara sungai Citanduy.
Jenis-jenis hewan yang dapat ditemukan dalam lingkungan hutan bakau terutama adalah ikan dan hewan-hewan melata (buaya, biawak) dan burung-burung yang bersarang di atas pohon-pohon bakau.
Organisasi Kehidupan Tingkat Ekosistem dan Bioma (sumber 2)
Anda sudah paham arti dari populasi dan komunitas, lalu apakah artinya ekosistem dan bioma? Sebelum masuk ke dalam pengertian ekosistem, masih ingatkah Anda apa artinya lingkungan biotik dan lingkungan abiotik? Ya betul, lingkungan biotik adalah bagian lingkungan yang berupa makhluk-makhluk hidup (fungi, tumbuhan, hewan, dan monera). Dan lingkungan abiotik adalah bagian lingkungan yang berupa benda tak hidup (contohnya air, tanah, udara, cahaya, pH, suhu dan iklim). Menurut Anda apakah lingkungan biotik saling berpengaruh dengan lingkungan abiotik? Ya betul, memang kedua komponen tersebut saling mempengaruhi. Coba berikan sebuah contoh mengenai pengaruh lingkungan abiotik terhadap lingkungan biotik, dan sebuah contoh pengaruh lingkungan biotik terhadap lingkungan abiotik. Jika Anda dapat memberikan contoh-contoh seperti yang diminta tadi dengan benar, berarti pemikiran Anda sudah masuk ke dalam pengertian ekosistem.

Memang ekosistem dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik atau interaksi antara organisme dengan lingkungan abiotiknya. Definisi yang lebih tepat mengenai Ekosistem adalah tingkatan organisasi kehidupan yang mencakup organisme dan lingkungan tak hidup, dimana kedua komponen tersebut saling mempengaruhi dan berinteraksi.

Pada ekosistem, setiap organisme mempunyai suatu peranan, ada yang berperan sebagai produsen, konsumen ataupun dekomposer. Produsen terdiri dari organisme-organisme berklorofil (autotrof) yang mampu memproduksi zat-zat organik dari zat-zat anorganik (melalui fotosintesis). Zat-zat organik ini kemudian dimanfaatkan oleh organisme-organisme heterotrof (manusia dan hewan) yang berperan sebagai konsumen.

Sebagai konsumen, hewan ada yang memakan produsen secara langsung, tetapi ada pula yang mendapat makanan secara tidak langsung dari produsen dengan memakan konsumen lainnya. Karenanya konsumen dibedakan menjadi beberapa macam yaitu konsumen I, konsumen II, dan seterusnya hingga konsumen puncak. Konsumen II, III, dan seterusnya tidak memakan produsen secara langsung tetapi tetap tergantung pada produsen, karena sumber makanan konsumen I adalah produsen. Peranan makan dan dimakan di dalam ekosistem akan membentuk rantai makanan bahkan jaring-jaring makanan. Perhatikan contoh sebuah rantai makanan ini: daun berwarna hijau (Produsen) --> ulat (Konsumen I) --> ayam (Konsumen II) --> musang (Konsumen III) --> macan (Konsumen IV/Puncak). Coba Anda buat sebuah rantai makanan seperti contoh, Anda pernah melakukannya sewaktu di SMP bukan?

Dalam ekosistem rantai makanan jarang berlangsung dalam urutan linier seperti di atas, tetapi membentuk jaring-jaring makanan (food web). Perhatikan contoh jaring-jaring makanan pada gambar 11 berikut ini.

Gambar 12. Suatu jaring-jaring makanan
Peran dekomposer ditempati oleh organisme yang bersifat saprofit, yaitu bakteri pengurai dan jamur saproba. Keberadaan dekomposer sangat penting dalam ekosistem. Oleh dekomposer, hewan atau tumbuhan yang mati akan diuraikan dan dikembalikan ke tanah menjadi unsur hara (zat anorganik) yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan. Aktivitas pengurai juga menghasilkan gas karbondioksida yang penting bagi fotosintesis. Coba Anda pikirkan apakah yang terjadi jika di dunia ini tidak ada bakteri pengurai dan jamur saproba?

Pada hakikatnya dalam organisasi kehidupan tingkat ekosistem terjadi proses-proses sirkulasi materi, transformasi, akumulasi energi, dan akumulasi materi melalui organisme. Ekosistem juga merupakan suatu sistem yang terbuka dan dinamis. Keluar masuknya energi dan materi bertujuan mempertahankan organisasinya serta mempertahankan fungsinya. Zat-zat anorganik dalam suatu ekosistem tetap konstan atau seimbang, mengapa? Ya, karena unsur-unsur kimia esensial pembentuk protoplasma beredar dalam biosfer melalui siklus biogeokimiawi. Contoh siklus biogeokimiawi adalah siklus carbon, siklus oksigen, siklus nitrogen, siklus fosfor, dan siklus sulfur. (Materi ini akan Anda pelajari khusus pada materi Daur Biogeokimia.) Maka dari itulah keseimbangan dalam ekosistem sangat penting untuk selalu terjaga.

Namun keseimbangan ekosistem dapat terganggu jika komponen-komponen penyusunnya rusak atau bahkan hilang. Apakah yang menjadi penyebab rusaknya keseimbangan ekosistem? Ya benar, selain karena bencana alam, ekosistem dapat rusak akibat perbuatan manusia. Coba Anda berikan contoh kerusakan ekosistem akibat bencana alam? Ya betul, contoh kerusakan ekosistem akibat bencana alam adalah letusan gunung berapi, dimana lahar panasnya dapat mematikan organisme (hewan dan tumbuhan) dan mikroorganisme yang dilaluinya. Dapatkah Anda berikan contoh lainnya? Coba Anda berikan pula contoh kerusakan ekosistem akibat perbuatan manusia! Ya benar, penggundulan hutan, serta pencemaran air, tanah dan udara. Dapatkah Anda berikan contoh lainnya?

Apabila terjadi kerusakan ekosistem, pada dasarnya ekosistem masih dapat memperbaiki dirinya (self purification) hingga tercapai keseimbangan kembali dalam jangka waktu tertentu; Sebentar atau lama, tergantung dari tingkat kerusakannya. Perkembangan ekosistem menuju kedewasaan dan keseimbangan ini dikenal dengan istilah suksesi ekologis. Hal ini akan Anda pelajari lebih mendalam pada modul Ekosistem yang akan datang.

Anda telah ketahui bahwa antara faktor abiotik dengan faktor biotik dalam ekosistem dapat saling mempengaruhi. Namun ada faktor abiotik yang tidak dapat dipengaruhi oleh faktor biotik. Faktor abiotik ini berada pada lingkup yang lebih luas, bahkan sangat menentukan jenis biotik baik tumbuhan ataupun hewan yang mampu hidup di dalamnya. Faktor abiotik tersebut adalah iklim regional atau iklim suatu tempat di permukaan bumi, yang dapat menentukan jenis Bioma. Tahukah Anda apakah Bioma itu?

Istilah Bioma berhubungan dengan kumpulan species (terutama tumbuhan) yang dapat hidup di tempat tertentu di muka bumi, tergantung pada iklim regionalnya. Jadi Bioma adalah kumpulan species (terutama tumbuhan) yang mendiami tempat tertentu di bumi yang dicirikan oleh vegetasi tertentu yang dominan dan langsung terlihat jelas di tempat tersebut. Oleh karena itu biasanya Bioma diberi nama berdasarkan tumbuhan yang dominan di daerah tersebut. Di permukaan bumi ini terdapat 7 macam bioma, yaitu: tundra, taiga (targe), gurun (padang pasir), padang rumput, savana, hutan hujan tropis, dan hutan decidous. Marilah kita pelajari bagaimana ciri atau karakteristik dari tiap-tiap jenis bioma tersebut.
(1) Tundra, terdapat di daerah kutub, tumbuhan dominannya adalah lumut kerak (Lichenes), lumut Sphagnum, rumput dan tumbuhan pendek lainnya yang biasanya hanya berumur 4 bulan. Hewan yang hidup di bioma ini adalah rusa, serigala dan beruang kutub.

(a)

(b)
Gambar 13. Bioma tundra: (a). tundra artik (b). tundra alpen

(2) Taiga, terletak di selatan tundra, yaitu di antara daerah beriklim sedang dengan kutub. Bioma ini disebut pula bioma dengan hutan berawa atau hutan boreal. Tumbuhan dominannya adalah konifer atau tumbuhan berdaun jarum (pinus). Hewan yang hidup di sini adalah ajax, beruang hitam, dan serigala.

(a)

(b)
Gambar 14. Taiga: (a). tumbuhan spuce yang mendominasi hutan boreal.
(b). hutan konifer Montana di Sierra Nevada California
(3) Padang pasir atau Gurun, banyak terdapat di daerah kering dengan curah hujan sedikit. Tumbuh-tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang teradaptasi dengan keadaan kering, misalnya tubuhnya ditutupi oleh kutikula yang tebal dan akar yang panjang. Juga tumbuhan sukulen atau kaktus, yang menyimpan banyak air pada batangnya dan daunnya menyempit menjadi duri. Hewan yang hidup pada bioma ini adalah unta, tikus,ular, kadal, kalajengking, dan semut.

Gambar 15. Gurun panas di Tuscon Arizona
(4) Padang rumput; Pada bioma ini terdapat cukup curah hujan, tetapi tidak cukup untuk menumbuhkan hutan. Tumbuhan dominannya adalah rumput, sedangkan pohon dan semak terdapat di sepanjang sungai di daerah tersebut. Macam padang rumput adalah prairi rumput pendek, prairi rumput tinggi dan padang rumput tropis. Prairi adalah padang rumput yang luas tanpa pohon.

Gambar 16. Padang rumput di Nebraska
(5) Savana, adalah padang rumput yang diselingi dengan sebaran pohon yang tumbuh jarang. Hewan yang hidup pada bioma padang rumput dan savana adalah bison, gajah, jerapah, zebra, domba, biri-biri, harimau, cheetah, serigala dan ular.

Gambar 17. Savana
(6) Hutan hujan tropis (hutan basah), terdapat di daerah tropis yang banyak turun hujan. Vegetasinya tumbuh sangat rapat. Jenis tumbuhan pada bioma ini sangat beraneka ragam/heterogen, mulai dari tumbuhan pendek yang hidup di dasar hutan hingga tumbuhan yang berukuran tinggi. Juga ada tumbuhan epifit (tumbuhan yang tumbuh pada pohon yang mempunyai naungan/kanopi, seperti anggrek) dan liana (tumbuhan yang memanjat pada tumbuhan lain, seperti rotan). Hewan-hewan yang hidup pada hutan ini antara lain monyet, macan kumbang, harimau, tapir, gajah, dan bermacam-macam burung.

Gambar 18. Hutan hujan tropis dengan tumbuhan epifit (tanda panah)
yang tumbuh pada suatu pohon.
(7) Hutan decidous (Hutan Gugur), terdapat di daerah yang memilki 4 musim (musim semi, panas, gugur dan dingin). Tumbuhan yang dominan adalah tumbuhan berdaun lebar, seperti pohon oak, elm, maple dan beech. Pohon-pohon di hutan ini menghijau pada musim panas, dan menggugurkan daunnya pada musim gugur, dan pada musim dingin daunnya ‘habis’. Memasuki musim semi pohon-pohon tersebut mulai menumbuhkan daunnya.

(a)

(b)

(c)

(d)
Gambar 19. Kondisi hutan decidous : (a).musim semi, (b). musim panas,
(c).musim gugur, dan (d).musim dingin.
Selanjutnya interaksi antar bioma di permukaan bumi membentuk lapisan makhluk hidup di bumi yang disebut Biosfer. Seluruh bioma di permukaan bumi ini pada hakikatnya terdiri atas produsen, konsumen dan dekomposer, dimana di dalamnya terjadi aliran materi dan energi yang selalu dimulai dari tumbuhan hijau.

Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang tertinggi derajatnya, dapat mengubah-ubah ekosistem sesuai dengan kehendak dan tujuannya, misalnya dengan menciptakan ekosistem buatan yang sesuai dengan kebutuhannya. Namun akibat aktivitas manusia ini tak sedikit yang dapat mencemari lingkungan atau merusak ekosistem alami. Contoh nyata yang sering terjadi adalah ‘membuka’ hutan sebagai ekosistem alami menjadi lahan pertanian, menjadi perumahan, menjadi perkotaan, bahkan menjadi kawasan industri (pabrik-pabrik). Untuk memperdalam pemahaman Anda tentang persoalan Biologi pada tingkat ekosistem, lakukanlah sebuah Studi Pustaka dengan tema: “Dampak buruk akibat penggundulan hutan”.

Sabtu, 23 April 2011

hambatan penghantar listrik

hambatan penghantar listrik

Tahanan Listrik
Setiap benda mempunyal tahanan, yaitu suatu kemampuan untuk menahan mengalirkan arus lstrik di dalam benda itu. Arus listrik yang mengalir melalui kawat pijar di dalam lampu dan kawat-kawat penghantar listrik lainnya juga mengalami hambatan/tahanan, yang besarnya tergantung Sifat-sifat logam yang dipakai sebagai bahan kawat, Panjangnya kawat yang digunakan, Besarnya penampang kawat yang dilewati arus listrik. Tahanan yang lebih besar mengakibatkan berkurangnya aliran arus listrik. Tahanan ini biasanya disingkat dengan huruf R (Resintance). Satuannya adalah Ohm dan alat pengukurnya adalah Ohmmeter.

Hubungan antara E, I, dan R ini dinyatakan oleh sebuah hukum yang disebut hukum Ohm, yakni
E= l x R

E = Volt, I = Ampere, R = Ohm.

Tujuan dari pengukuran Tahanan adalah untuk memeriksa apakah komponen bekerja dengan semestinya dan juga untuk memeriksa apakah ada kabel yang rusak/robek.

Sebelum menggunakan Ohm meter Pastikan Ohm meter telah menunjukan angka nol, yaitu, dengan cara menyentuhkan kedua tangkai positif dan negatif, kemudian setel tombol pengatur sampai jarum terletak tepat pada garis nol.

pada proses pengukuran menggunakan Ohm meter, Posisi perletakan tangkai positif tidak harus terletak pada terminal positif demikian juga untuk tangkai negatif, kecuali pada saat mengukur tahanan diode. Harus diingat bahwa pada proses pengukuran tahanan, hubungan komponen dan sirkuitnya harus dilepas. Bila mengukur tahanan dilakukan dalam keadaan sirkuit tersambung seluruhnya, ohm meter akan membaca/menunjukan nilal yang lebih kecil daripada nilai sebenarnya (Gambar 4.8)

Demikian juga apabila sirkuit bercabang, penyambung yang dihubungkan dengan cabang tertentu perlu dilepaskan agar didapat hasil pengukuran sempurna.
Contoh:
1. Mengukur tahanan tanpa melepas hubungan, hasilnya:
R = R1 x R2
R1 + R2

2. Mengukur tahanan dengan melepas hubungan, hasilnya:
R = R1

Bila ohm meter dipasang secara seri maka tahanannya akan besar, seperti terlihat pada gambar 4.10 hasilnya didapat sebagai berikut: R = R1 + R. Namun bila akan mengukur tahanan pada R1, pindahkan tangkai (1), dengan menghubungkannya pada ground.

Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2144298-hambatan-listrik-dan-pengukurannya/#ixzz1KHLgZ6GJ

GREENMJOU


Rabu, 06 April 2011

Nglarung Kayu Jati Gelap, 3 Pemuda Weleri Dikerangkeng

Nglarung Kayu Jati Gelap, 3 Pemuda Weleri Dikerangkeng

Posted on Mei 6, 2007. Filed under: HEADLINE |

KENDAL – Tiga pemuda dari warga Desa Sambungsari, Weleri Kendal, tertangkap tangan oleh petugas kepolisian Polsek Rowosari, kemarin malam. Para pelaku ditangkap di sungai Kali Pawiro, ikut Desa Gebanganom, Rowosari Kendal saat diduga membawa kayu Jati hasil curian. Bersama barang buktinya tersebut, kini tersangka masih dalam pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Rowosari.
Tersangka ditangkap sekitar pukul 01.00 dini hari. Mereka adalah Solikin (22), warga Dukuh Salak, Achmad Khaerudin (19), dan Wahyudi (24), warga Dukuh Poncol, Desa Sambungsari, Weleri Kendal. Dari hasil keterangan pelaku di kepolisian, mereka disuruh seseorang berinisial KM, warga Desa Sambungsari, Weleri Kendal. Dan kayu-kayu jati tersebut diketahui tidak memiliki surat-surat resmi alias gelap.
Kapolres Kendal AKBP Tjahyo Prawoto, SH, M.Si melalui Kapolsek Rowosari AKP H. Muslih, S.Ag, saat dikonfirmasi koran ini mengatakan, pihaknya menangkap para pelaku dan barang bukti kayu Jati tersebut saat bersama anggotanya melakukan patroli malam. Menurut Kapolsek AKP H. Muslih, saat itu melihat ada tiga orang mencuirigakan dengan baju basah kuyup di pinggir sungai Pawiro, ikut wilayah Desa Gebang.
“Saat kami tanyakan, nadanya mencurigakan. Lantas kita cek dari mana ia berasal. Ternyata kami dapatkan pengakuan ia baru saja melarung kayu Jati dari Sambungsari, Weleri. Dan dari hasil pemeriksaan, tiga pelaku ini suruhan seseorang bernama KM, dari Weleri. Nama KM sudah kami selidiki dan saat kami tangkap dia keburu kabur. Dugaan kami, kayu jati itu untuk digunakan perlengkapan pembuatan perahu,”ungkap AKP H. Muslich, kepada METEOR, kemarin.

Dapat Upah Rp 25 Ribu
Saat ditemui Koran ini dari balik sel tahanan Polsek Rowosari, salah seorang pelaku Wahyudi (24), mengaku, dirinya disuruh seseorang bernama KM. Ia terpaksa melakukan kerjaan gelap tersebut lantaran dijanjikan upah Rp 75 ber tiga. Namun nasib, bukannya upah berupa uang, tapi ancamannya adalah penjara.
Wahyudi bersama dua temannya itu mendapat proyek mengantarkan empat batang kayu jati ukuran balok diameter kurang lebih 20 cm, dengan panjang 4 meter dan yang satu 5 meter tersebut dari desanya, yaitu Sambungsari menuju Tawang Rowosari.
“Jajninya mau diambil di sungai wilayah Gebanganom dengan mobil ke Tawang. Tapi belum diambil pak KM, ternyata kami ditangkap pak polisi duluan. Saya tidak tahu kalau hanya disuruh begini kok ditahan. Saya kapok pak, dan tidak sudi lagi melakukan kerjaan yang tidak jelas,”tutur Wahyudi, saat ditemui METEOR, di Polsek Rowosari, kemarin.
Oleh pihak kepolisian, tersangka dijerat pasal 480 KUHP tentang penadah, subsider Pasal 50 ayat 3, UU No.9 tahun 1999 tentang Perhutani jo pasal 73. (jec)

Senin, 21 Maret 2011