Shaum (Puasa) ‘Asyura’
Para pembaca yang semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita. Alhamdulillah, saat ini kita sedang berada di bulan Muharram. Suatu bulan yang agung dan mulia, bulan yang terdapat di dalamnya suatu kejadian yang merupakan salah satu bukti dari kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala. Pada salah satu hari di bulan ini Allah subhanahu wa ta’ala telah menyelamatkan Nabi Musa ‘alaihis salam dan kaumnya dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (artinya): “Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.” (Al Baqarah: 50)
Sungguh merupakan sebuah kenikmatan yang sangat besar dan merupakan tanda bahwa Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menolong para rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (artinya): “Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).” (QS.Ghafir: 51)
Peristiwa yang besar tersebut terjadi pada tanggal 10 Muharram, maka sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan
Allah subhanahu wa ta’ala, Nabiyullah Musa ‘alaihis salam bershaum pada hari tersebut.
Shaum ‘Asyura’ sendiri telah dilaksanakan oleh kaum Quraisy di masa jahiliyyah sebagaimana hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha:
كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُهُ
“Dahulu Kaum Quraisy di masa jahiliyyah bershaum (berpuasa) pada hari ‘Asyura’ dan Rasulullah juga berpuasa pada hari tersebut.” (HR. Al Bukhari no. 3544)
Begitu pula dengan bangsa Yahudi, mereka telah melaksanakan puasa ‘Asyura’. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berhijrah dan tiba di Madinah, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapati orang-orang Yahudi telah melaksanakan shaum pada hari tersebut.
Diriwayatkan dari shahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu,
قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَ الْيَهُودَ يَصُومُونَ عَاشُورَاءَ فَسُئِلُوا عَنْ ذَلِكَ فَقَالُوا هَذَا الْيَوْمُ الَّذِي أَظْفَرَ اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَبَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى فِرْعَوْنَ وَنَحْنُ نَصُومُهُ تَعْظِيمًا لَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْنُ أَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ ثُمَّ أَمَرَ بِصَوْمِهِ
“Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura’. Kemudian mereka ditanya (tentang puasa mereka tersebut), Maka mereka menjawab: “Ini merupakan hari yang Allah memenangkan Musa dan bani Israil atas Fir’aun. Dan kami bershaum (berpuasa) pada hari ini untuk mengagungkannya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kami lebih berhak terhadap Musa dari pada kalian.” Lalu beliau memerintahkan kaum muslimin untuk bershaum pada hari tersebut.” (HR. Al Bukhari no. 3649)
Hukum Shaum ‘Asyura’
Pada permulaan hijrah ke Madinah kaum muslimin diwajibkan untuk berpuasa ‘Asyura’, sebagaimana hadits Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu di atas ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapati bangsa Yahudi melaksanakan shaum ‘Asyura’:
نَحْنُ أَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ ثُمَّ أَمَرَ بِصَوْمِهِ
“Kami lebih berhak terhadap Musa dari pada kalian”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan (kaum muslimin) untuk bershaum pada hari tersebut.
Dan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Imam Bukhari dari shahabat Salamah bin Al Akwa’ radhiyallahu ‘anhu:
أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مِنْ أَسْلَمَ أَنْ أَذِّنْ فِي النَّاسِ أَنَّ مَنْ كَانَ أَكَلَ فَلْيَصُمْ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ وَمَنْ لَمْ يَكُنْ أَكَلَ فَلْيَصُمْ فَإِنَّ الْيَوْمَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan seorang laki-laki dari bani Aslam untuk mengumumkan kepada manusia: “Bahwa barangsiapa yang telah makan maka hendaknya dia bershaum pada sisa hari tersebut, dan barangsiapa yang belum makan maka hendaknya dia bershaum karena hari ini adalah hari ‘Asyura’.” (HR. Al Bukhari no. 1790)
Kemudian kewajiban tersebut dihapus dengan turunnya perintah shaum Ramadhan sebagaimana ditegaskan di dalam hadits Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu:
صَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ تُرِكَ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shaum ‘Asyura’ dan juga memerintahkan kaum muslimin untuk bershaum pada hari tersebut. maka ketika shaum Ramadhan diwajibkan, shaum ‘Asyura’ ditinggalkan.” (HR. Al Bukhari no. 1759)
dan juga sebagaimana di kabarkan di dalam hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ
“Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kaum muslimin untuk bershaum pada hari ‘Asyura’. Namun ketika diwajibkan shaum Ramadhan, maka boleh berpuasa (’asyura’) bagi yang menghendakinya, dan boleh juga tidak berpuasa bagi siapa yang menghendaki.” (HR. Al Bukhari no. 1861)
dalam riwayat yang lain:
فَلَمَّا نَزَلَ رَمَضَانُ كَانَ رَمَضَانُ الْفَرِيضَةَ وَتُرِكَ عَاشُورَاءُ فَكَانَ مَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ لَمْ يَصُمْهُ
“Maka ketika turun perintah shaum Ramadhan, maka shaum Ramadhan menjadi suatu kewajiban dan ditinggalkan (kewajiban) shaum ‘Asyura’. maka boleh berpuasa (’asyura’) bagi yang menghendakinya, dan boleh juga tidak berpuasa.”
Berdasarkan hadits-hadits di atas, puasa ‘Asyura’ tidak lagi wajib dengan datangnya kewajiban puasa di bulan Ramadhan. Akan tetapi, tetap disyariatkan shaum ‘Asyura’ dan hukumnya mustahab (sunnah).
Keutamaan shaum ‘Asyura’
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang keutamaan shaum ‘Asyura’, beliau bersabda:
يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“(Shaum ‘Asyura’ itu dapat) menghapuskan dosa-dosa tahun yang lalu.” (HR. Muslim no.1162, dari shahabat Abu Qatadah Al Anshary radhiyallahu ‘anhu)
Para ulama mengatakan bahwa yang dihapus adalah dosa-dosa yang kecil. Adapun dosa-dosa besar, maka tidak bisa dihapus kecuali pelakunya bertaubat.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (artinya): “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (An Nisaa’: 31)
Kapan Puasa ‘Asyura’ dilaksanakan?
Puasa ‘Asyura’ dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram, hanya saja setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui hari tersebut adalah hari yang diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nashara, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk menyelisihi mereka, yaitu dengan mengiringi shaum ‘Asyura’ dengan shaum sehari sebelumnya (tanggal 9 Muharram). sebagaimana hadits Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu:
حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shaum (berpuasa) pada hari ‘Asyura’ dan memerintahkan kaum muslimin untuk bershaum (’Asyura’), mereka mengatakan: “Wahai Rasulullah sesungguhnya hari ‘Asyura’ (10 Muharram) adalah hari yang diagungkan oleh bangsa Yahudi dan Nashara.” maka berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Jika pada tahun yang akan datang insya Allah kita akan bershaum hari ke-9, dan belum datang tahun berikutnya, kecuali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat.” (HR. Muslim no.1916)
Di dalam riwayat yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَئِنْ بَقِيْتُ إِلَى قَابِلٍ لأَصُومَنَّ التَّاسِعَ
“Jika aku masih hidup sampai tahun yang akan datang, sungguh aku akan bershaum pada hari ke-9 (Muharram).” (HR. Muslim no. 1134, dari shahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu)
Perintah untuk menyelisihi Yahudi di dalam tata cara shaum ‘Asyura’ juga ditegaskan di dalam hadits Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu:
صُومُوا التَّاسِعَ وَالعَاشِرَوَخَالِفُوا الْيَهُودَ
“Bershaumlah kalian pada hari ke-9 dan ke-10 (Muharram) dan selisihilah Yahudi”.(HR. Al Baihaqi 4/287)
Adapun hadits yang menyatakan tentang shaum sehari sebelum atau sehari setelah hari ‘Asyura’, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad:
صُومُوا يَوْماً قَبْلَهُ أَوْ يَوْماًً بَعْدَهُ خَالِفُوا الْيَهُودَ
“Bershaumlah kalian sehari sebelumnya (tanggal 9 Muharram) atau sehari sesudahnya (tanggal 11 Muharram), selisihilah Yahudi.”
Maka hadits tersebut diperselisihkan keshahihannya oleh para ulama, adapun Asy Syaikh Al Albani melemahkan hadits tersebut.
Sehingga tata cara shaum ‘Asyura’ adalah shaum pada hari ke-10 Muharram dan yang afdhal (utama) adalah pada hari ke-9 dan ke-10 Muharram, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
لَئِنْ بَقِيْتُ إِلَى قَابِلٍ لأَصُومَنَّ التَّاسِعَ
“Jika aku masih hidup sampai tahun yang akan datang sungguh aku akan bershaum pada hari ke-9 (Muharram)”.(HR. Muslim no. 1134, dari shahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu).
Sehingga pelaksanaan shaum ‘Asyura’ adalah sebagai berikut :
1. tanggal 10 Muharram saja, atau
2. tanggal 9 dan 10 Muharram, atau
3. tanggal 10 dan 11 Muharram.
Ada yang berpendapat bahwa berpuasa tanggal 9,10, dan 11 Muharram, namun yang lebih utama dari itu semua adalah berpuasa pada tanggal 9 Muharram dan 10 Muharram.
Wallahu a’lam
(lihat Majmu’ Fatawa Asy Syaikh bin Baz dan Majmu’ Fatawa Asy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin)
Penutup
Para pembaca yang mulia, hendaklah kesempatan yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada kita dengan menjumpai bulan Muharram ini dipergunakan sebaik-baiknya, amalan shalih berupa shaum ‘Asyura’ kita laksanakan hanya dengan mengharap pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala semata.
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menerima amalan kita dan menjadikannya sebagai timbangan kebaikan kita di hari kiamat.
-Amin Ya Rabbal ‘Alamin-
Fatwa ulama seputar shaum ‘Asyura’
1. Al-Lajnah Ad-Daimah lil Buhutsil Ilmiyyah wal Ifta’(Komisi Fatwa dan Riset Ilmiah) Kerajaan Arab Saudi ketika ditanya apakah boleh melaksanakan shaum ‘Asyura’ satu hari saja? Maka lembaga tersebut menjawab:
“Boleh melaksanakan shaum ‘Asyura’ satu hari saja. Namun yang afdhal (lebih utama), bershaum sehari sebelumnya atau sehari setelahnya. Ini merupakan sunnah yang pasti dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan sabda beliau: “Kalau saya masih hidup hingga tahun depan niscaya aku akan bershaum pada hari ke-9″ Ibnu Abbas berkata: “Yakni bersama hari ke-10″.Wa billahi at Taufiq Wa Salallahu ala Nabiyyina Muhammadin Wa Shahbihi Wa Sallam (Fatwa no. 13700).
2. Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin ditanya tentang seseorang yang telah datang hari ‘Asyura’ dalam keadaan haidh, apakah dia mengganti shaum tersebut? Dan apakah ada kaidah tentang mengganti amalan-amalan sunnah dan yang tidak diganti?
Jawab: Amalan-amalan sunnah ada 2 jenis:
1. Yang ada sebabnya
2. Yang tidak ada sebabnya
Maka yang ada sebabnya akan terlewatkan dengan berlalunya sebab dan tidak diganti, contohnya: shalat tahiyyatul masjid, ketika seseorang datang ke majid kemudian duduk lama kemudian dia ingin melaksanakan shalat tahiyyatul masjid, maka shalatnya bukan shalat tahiyyatul masjid, karena shalat tahiyyatul masjid termasuk shalat yang ada sebabnya, terikat dengan sebab. Ketika telah lewat sebabnya maka lewat pula pensyariatannya. Termasuk dalam jenis ini pula -yang nampak- adalah shaum Arafah dan shaum ‘Asyura’. Apabila seseorang tertinggal dari shaum Arafah dan shaum ‘Asyura’ tanpa ada sebab maka tidak diragukan lagi bahwa dia tidak perlu mengganti, dan tidak bermanfaat baginya walaupun dia menggantinya. Adapun jika seseorang tertinggal dalam keadaan mempunyai udzur (sebab) seperti perempuan yang haidh, nifas, atau sakit, maka yang nampak bahwasanya tidak mengganti. Karena itu khusus pada hari tertentu, maka hukumnya hilang dengan berlalunya hari itu.(Fatawa fii Ahkamish Shiyam no.399)
Sabtu, 21 Agustus 2010
Minggu, 15 Agustus 2010

Oktober 16, 2008 pada 8:09 pm (Tokoh wayang)
Tags: pandawa, wayang
Raden Antasena
Raden Antasena
Raden Antasena putera Raden Wrekudara yang tertua dengan Dewi Nagagini, puteri Hyang Antaboga, Dewa ular di Saptapratala. Antasena juga bernama Antareja, terhitung sebangsa dewa. Ia dapat hidup dalam bumi dan dapat terbang di awan. Tetapi ia tetap tinggal di dalam bumi, hanya keluar ke dunia jika perlu. Kesaktian Antasena mengalahkan kesaktian Wrekudara ayahnya. Kesaktiannya yang luar biasa, ialah menyembur bagai ular dan berbisa sekali. Jika dijilatnya bekas telapak kaki seseorang, matilah orang yang punya jejak itu. Oleh terang tilik Sri Kresna, Antasena ditipu supaya menjilat jejak kakinya sendiri, Antasena tewas karenanya. Kehendak Sri Kresna itu karena nanti pada perang Baratayudha Antasena tak akan mendapat lawan.
BENTUK WAYANG
Raden Antasena bermata telengan, hidung dempak, berkumis dan beryanggut, rambut terurai bentuk polos. Berjamang dengan garuda membelakang dan bersunting sekar kluwih. Berkalung bulan sabit, bergelang, berpontoh dan berkeroncong. Berkain katongan, bercelana cindai.
Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.
Sabtu, 24 Juli 2010
wwsan wiyata mandala
Wawasan Wiyata Mandala
Judul : Wawasan Wiyata Mandala
Penulis : Drs LUGTYASTYONO BN,M.Pd
Bahasan : Optimalisasi Wawasan Wiyata Mandala Menciptakan Suasana Kondusif Sekolah
Download :
ISI / RINGKASAN ARTIKEL:
Optimalisasi Wawasan Wiyata Mandala Menciptakan Suasana Kondusif Sekolah
Oleh :
Drs. LUGTYASTYONO BUDINUGROHO,M.Pd.
( Kepala SMA Negeri 1 Karangnongko, Klaten)
Istilah Wawasan Wiyata Mandala atau dikenal dengan WWM sebetulnya setiap warga sekolah (kepala sekolah, guru, karyawan, peserta didik, bahkan masyarakat) pasti sudah mengenalnya karena setiap tahun ajaran baru baik di SMP maupun di SMA materi WWM ini diberikan pada waktu Masa Orientasi Siswa (MOS) siswa baru, tetapi kadang-kadang ada yang sudah mengenal tetapi belum memahami, WWM sendiri merupakan istilah yang berasal dari kata Wawasan yang artinya pandangan atau penglihatan, Wiyata berati pengajaran atau pendidikan, sedang Mandala adalah lingkungan, sehingga Wawasan Wiyata Mandala adalah cara pandang kalangan pendidik dan warga/perangkat sekolah khususnya tentang keberadaan sekolah sebagai pengemban tugas pendidikan di lingkungan masyarakat, maksud dan tujuan WWM sendiri sangat berkaitan erat dengan yang tercantum dalam GBHN bahwa Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang telah dilakukan manusia sepanjang jaman, sejak dimulainya peradaban manusia itu sendiri, dan rupa-rupanya dimasa yang akan datang pendidikan tidak akan pernah ditinggalkan oleh manusia dan pada dasarnya pendidikan merupakan upaya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas ciri – ciri manusia berkualitas di deskripsikan beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas dan kreatif, selain itu juga terampil, beretos kerja, profesional, bertanggung jawab dan produktif serta sehat jasmani dan rohani, berjiwa patriotik, cinta tanah air, mempunyai semangat kebangsaan, memiliki kesetiakawanan sosial dan kesadaran pada sejarah bangsa, menghargai jasa para pahlawan, dan berorientasi masa depan sesuai dengan yang ada dalam UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 BAB II tentang visi pendidikan nasional yang berbunyi “Pendidikan nasional mempunyai visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan yang selalu berubahâ€
Sebagai lembaga pendidikan sekolah dianggap sebagai satu-satunya tumpuan untuk mendidik anak, sehingga sekolah kadang-kadang yang dikambing hitamkan kalau terjadi sesuatu yang kurang baik, segala akibat yang kurang baik seolah-olah merupakan akibat sekolah yang tidak berfungsi dengan baik dan keadaan ini sangat tidak menguntungkan, dan sekolah memiliki beban dan tanggung jawab yang besar sehingga sekolah harus mampu bertanggung jawab mendidik membina / mengembangkan dan mempersiapkan generasi bangsa yang berkualitas sehingga perlu diperhatikan 1) Sekolah harus memiliki visi, misi dan tujuan yang jelas disesuaikan dengan situasi kondisi sekolah tersebut berada dan dipahami oleh semua warga sekolah, 2). Sekolah hendaknya betul-betul menjadi tempat Proses Belajar Mengajar (PBM) jangan sampai sekolah disalah gunakan oleh golongan tertentu (kegiatan politik) atu kegiatan lain yang bertentangan dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku antara lain penyalah gunaan narkotika perkelaian pelajar yang akhirnya akan merugikan sekolah itu sendiri, 3) Situasai sekolah diciptakan suasana nyaman, aman tertib dan bebas segala ancaman sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran yang nikmat (enjoyable learning) dan terjadi proses pembudayaan suasana kekeluargaan kondisi semacam ini dikenal dengan nama Ketahanan Sekolah 4) Sekolah harus tanggap/responsif terhadap berbagai aspirasi yang muncul, sehingga sekolah harus mampu membaca lingkungan dan menanggapinya secara cepat dan tepat, jadi sekolah tidak hanya mampu beradaptasi (menyesuaikan diri) terhadap perubahan tetapi harus mampu mengantisipasi hal-hal yang mungkin bakal terjadi. 5). Sekolah harus dapat megembangan nilai-nilai pengetahuan, ketrampilan dan wawasan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional yaitu cerdas , siap kerja , dan menguasahi ilmu dan teknologi tetap berakar nilai nilai budaya bangsa sehingga peserta didik tidak sekadar menguasai pengetahuan yang diajarkan oleh gurunya, akan tetapi pengetahuan tersebut juga telah masuk dalam hati sanubarinya yang dapat dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari 6). Sekolah sebagai masyarakat belajar terjadi interaksi antar siswa guru dan lingkungan sekolah dan terjadi hubungan timbal balik antar guru, kepala sekolah, orang tua siswa dan masyarakat itu berada, ini berarti sekolah harus mampu menempatkan diri sebagai bagian dari kehidupan nasional dan harus mampu menyesuaikan diri dengan tata kehidupan yang berkembang di masyarakat seperti ideologi, politik ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan maupun kehidupan yang lain.
Kesimpulannya : Untuk menciptakan suasana kondusif di sekolah maka ke enam hal tersebut diatas harus dilaksanakan oleh sekolah dan setiap komponen yang ada di sekolah (tenaga pendidik, tenaga administrasi, peserta didik) betul betul memahami makna dan tujuan dari WWM (Wawasan Wiyata Mandala), disamping itu peserta didik harus mempunyai rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap terpeliharanya dan terbinanya sekolah agar supaya kondisi dan suasana yang nyaman disekolah dapat terpelihara dan tercapai yang pada akhirnya akan menciptakan peserta didik yang berbobot, berkualitas, berbudi pekerti luhur, berakhlak mulia, berdisiplin, dan bermoral tinggi, sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
»
Penulis : Ahmad Baedowi, Direktur Pendidikan Yayasan Sukma Jakarta
Membangun Kebijakan Pendidikan Propublik
Membangun Kebijakan Pendidikan Propublik
»
Penulis : Kompas.Com
Sekarang Satu Komputer Untuk 2.000 Siswa
Sekarang Satu Komputer Untuk 2.000 Siswa, Tetapi target Depdiknas adalah 1 Komputer untuk 20 Siswa Pada Tahun 2015
»
Penulis : Ester Lince Napitupulu
Didik Anak Sesuai Potensi
Didik Anak Sesuai Potensi
»
Penulis : Media Indonesia Online
Memerdekakan Politik Pendidikan
Memerdekakan Politik Pendidikan
»
Penulis : Amich Alhumami, Peneliti Sosial dan Pemerhati Pendidikan
Membangun Universitas Riset
Membangun Universitas Riset
»
Penulis : Ahmad Baedowi, Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Jakarta
Tantangan dan Tren Pendidikan Tinggi
Tantangan dan Tren Pendidikan Tinggi
»
Penulis : Ari Harsono P, Dosen FISIP UI
Pendidikan Antikorupsi Dan PBL Plus
Pendidikan Antikorupsi Dan PBL Plus
»
Penulis : Syamsir Alam, Konsultan Pendidikan Yayasan Sukma Jakarta
SMK, Jembatan Sekolah dan Dunia Kerja
SMK sebagai Jembatan Sekolah dan Dunia Kerja
»
Penulis : Drs LUGTYASTYONO BN,M.Pd
Wawasan Wiyata Mandala
Optimalisasi Wawasan Wiyata Mandala Menciptakan Suasana Kondusif Sekolah
»
Penulis : Drs. LUGTYASTYONO BUDINUGROHO,M.Pd.
Muatan Lokal Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Muatan Lokal Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Era Desentralisasi Pendidikan Mendukung Pembangunan Daerah
Halaman : 1 2 Next »
Judul : Wawasan Wiyata Mandala
Penulis : Drs LUGTYASTYONO BN,M.Pd
Bahasan : Optimalisasi Wawasan Wiyata Mandala Menciptakan Suasana Kondusif Sekolah
Download :
ISI / RINGKASAN ARTIKEL:
Optimalisasi Wawasan Wiyata Mandala Menciptakan Suasana Kondusif Sekolah
Oleh :
Drs. LUGTYASTYONO BUDINUGROHO,M.Pd.
( Kepala SMA Negeri 1 Karangnongko, Klaten)
Istilah Wawasan Wiyata Mandala atau dikenal dengan WWM sebetulnya setiap warga sekolah (kepala sekolah, guru, karyawan, peserta didik, bahkan masyarakat) pasti sudah mengenalnya karena setiap tahun ajaran baru baik di SMP maupun di SMA materi WWM ini diberikan pada waktu Masa Orientasi Siswa (MOS) siswa baru, tetapi kadang-kadang ada yang sudah mengenal tetapi belum memahami, WWM sendiri merupakan istilah yang berasal dari kata Wawasan yang artinya pandangan atau penglihatan, Wiyata berati pengajaran atau pendidikan, sedang Mandala adalah lingkungan, sehingga Wawasan Wiyata Mandala adalah cara pandang kalangan pendidik dan warga/perangkat sekolah khususnya tentang keberadaan sekolah sebagai pengemban tugas pendidikan di lingkungan masyarakat, maksud dan tujuan WWM sendiri sangat berkaitan erat dengan yang tercantum dalam GBHN bahwa Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang telah dilakukan manusia sepanjang jaman, sejak dimulainya peradaban manusia itu sendiri, dan rupa-rupanya dimasa yang akan datang pendidikan tidak akan pernah ditinggalkan oleh manusia dan pada dasarnya pendidikan merupakan upaya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas ciri – ciri manusia berkualitas di deskripsikan beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas dan kreatif, selain itu juga terampil, beretos kerja, profesional, bertanggung jawab dan produktif serta sehat jasmani dan rohani, berjiwa patriotik, cinta tanah air, mempunyai semangat kebangsaan, memiliki kesetiakawanan sosial dan kesadaran pada sejarah bangsa, menghargai jasa para pahlawan, dan berorientasi masa depan sesuai dengan yang ada dalam UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 BAB II tentang visi pendidikan nasional yang berbunyi “Pendidikan nasional mempunyai visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan yang selalu berubahâ€
Sebagai lembaga pendidikan sekolah dianggap sebagai satu-satunya tumpuan untuk mendidik anak, sehingga sekolah kadang-kadang yang dikambing hitamkan kalau terjadi sesuatu yang kurang baik, segala akibat yang kurang baik seolah-olah merupakan akibat sekolah yang tidak berfungsi dengan baik dan keadaan ini sangat tidak menguntungkan, dan sekolah memiliki beban dan tanggung jawab yang besar sehingga sekolah harus mampu bertanggung jawab mendidik membina / mengembangkan dan mempersiapkan generasi bangsa yang berkualitas sehingga perlu diperhatikan 1) Sekolah harus memiliki visi, misi dan tujuan yang jelas disesuaikan dengan situasi kondisi sekolah tersebut berada dan dipahami oleh semua warga sekolah, 2). Sekolah hendaknya betul-betul menjadi tempat Proses Belajar Mengajar (PBM) jangan sampai sekolah disalah gunakan oleh golongan tertentu (kegiatan politik) atu kegiatan lain yang bertentangan dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku antara lain penyalah gunaan narkotika perkelaian pelajar yang akhirnya akan merugikan sekolah itu sendiri, 3) Situasai sekolah diciptakan suasana nyaman, aman tertib dan bebas segala ancaman sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran yang nikmat (enjoyable learning) dan terjadi proses pembudayaan suasana kekeluargaan kondisi semacam ini dikenal dengan nama Ketahanan Sekolah 4) Sekolah harus tanggap/responsif terhadap berbagai aspirasi yang muncul, sehingga sekolah harus mampu membaca lingkungan dan menanggapinya secara cepat dan tepat, jadi sekolah tidak hanya mampu beradaptasi (menyesuaikan diri) terhadap perubahan tetapi harus mampu mengantisipasi hal-hal yang mungkin bakal terjadi. 5). Sekolah harus dapat megembangan nilai-nilai pengetahuan, ketrampilan dan wawasan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional yaitu cerdas , siap kerja , dan menguasahi ilmu dan teknologi tetap berakar nilai nilai budaya bangsa sehingga peserta didik tidak sekadar menguasai pengetahuan yang diajarkan oleh gurunya, akan tetapi pengetahuan tersebut juga telah masuk dalam hati sanubarinya yang dapat dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari 6). Sekolah sebagai masyarakat belajar terjadi interaksi antar siswa guru dan lingkungan sekolah dan terjadi hubungan timbal balik antar guru, kepala sekolah, orang tua siswa dan masyarakat itu berada, ini berarti sekolah harus mampu menempatkan diri sebagai bagian dari kehidupan nasional dan harus mampu menyesuaikan diri dengan tata kehidupan yang berkembang di masyarakat seperti ideologi, politik ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan maupun kehidupan yang lain.
Kesimpulannya : Untuk menciptakan suasana kondusif di sekolah maka ke enam hal tersebut diatas harus dilaksanakan oleh sekolah dan setiap komponen yang ada di sekolah (tenaga pendidik, tenaga administrasi, peserta didik) betul betul memahami makna dan tujuan dari WWM (Wawasan Wiyata Mandala), disamping itu peserta didik harus mempunyai rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap terpeliharanya dan terbinanya sekolah agar supaya kondisi dan suasana yang nyaman disekolah dapat terpelihara dan tercapai yang pada akhirnya akan menciptakan peserta didik yang berbobot, berkualitas, berbudi pekerti luhur, berakhlak mulia, berdisiplin, dan bermoral tinggi, sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
»
Penulis : Ahmad Baedowi, Direktur Pendidikan Yayasan Sukma Jakarta
Membangun Kebijakan Pendidikan Propublik
Membangun Kebijakan Pendidikan Propublik
»
Penulis : Kompas.Com
Sekarang Satu Komputer Untuk 2.000 Siswa
Sekarang Satu Komputer Untuk 2.000 Siswa, Tetapi target Depdiknas adalah 1 Komputer untuk 20 Siswa Pada Tahun 2015
»
Penulis : Ester Lince Napitupulu
Didik Anak Sesuai Potensi
Didik Anak Sesuai Potensi
»
Penulis : Media Indonesia Online
Memerdekakan Politik Pendidikan
Memerdekakan Politik Pendidikan
»
Penulis : Amich Alhumami, Peneliti Sosial dan Pemerhati Pendidikan
Membangun Universitas Riset
Membangun Universitas Riset
»
Penulis : Ahmad Baedowi, Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Jakarta
Tantangan dan Tren Pendidikan Tinggi
Tantangan dan Tren Pendidikan Tinggi
»
Penulis : Ari Harsono P, Dosen FISIP UI
Pendidikan Antikorupsi Dan PBL Plus
Pendidikan Antikorupsi Dan PBL Plus
»
Penulis : Syamsir Alam, Konsultan Pendidikan Yayasan Sukma Jakarta
SMK, Jembatan Sekolah dan Dunia Kerja
SMK sebagai Jembatan Sekolah dan Dunia Kerja
»
Penulis : Drs LUGTYASTYONO BN,M.Pd
Wawasan Wiyata Mandala
Optimalisasi Wawasan Wiyata Mandala Menciptakan Suasana Kondusif Sekolah
»
Penulis : Drs. LUGTYASTYONO BUDINUGROHO,M.Pd.
Muatan Lokal Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Muatan Lokal Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Era Desentralisasi Pendidikan Mendukung Pembangunan Daerah
Halaman : 1 2 Next »
Selasa, 22 Juni 2010
HIKMAH PUASA RAMADAN
Jumat, 19 September 2008
HIKMAH PUASA RAMADHAN
"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." (S.al-Baqarah:183)
PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.
RAMAHDAH bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab suci al-Quranulkarim,yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah.
Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.
Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita mengawal diri kita untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari,karena mematuhi perintah Allah.Walaupun isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya diketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah s.w.t.
Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah:"Wahai orang-orang yang beriman" dan disudahi dengan:" Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa."Jadi jelaslah bagi kita puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan.Untuk menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama sebulan Ramadhan,melatih diri kita,menahan hawa nafsu kita dari makan dan minum,mencampuri isteri,menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia,seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan ummat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya.Rasullah s.a.w.bersabda:
"Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor."
(H.R.Ibnu Khuzaimah)
Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan sahaja dapat membersihkan Rohani manusia juga akan membersihkan Jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak berehat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat merehatkan alat pencernaan kita lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan berkesan.
Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan
rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia sahaja.
Allah berfirman yang maksudnya:
"Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (s.al-A'raf:31)
Nabi s.a.w.juga bersabda:
"Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang."
Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi mengikut keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa muzarat kepada kesehatan kita. Boleh menyebabkan badan menjadi gemuk, dengan mengakibatkan kepada sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh itu makanlah secara sederhana, terutama sekali ketika berbuka, mudah-mudahan Puasa dibulan Ramadhan akan membawa kesehatan bagi rohani dan jasmani kita. Insy Allah kita akan bertemu kembali.
Allah berfirman yang maksudnya: "Pada bulan Ramadhan diturunkan al-Quran
pimpinan untuk manusia dan penjelasan keterangan dari pimpinan kebenaran
itu, dan yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Barangsiapa menyaksikan (bulan) Ramadhan, hendaklah ia mengerjakan puasa.
(s.al-Baqarah:185)
HIKMAH PUASA RAMADHAN
"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." (S.al-Baqarah:183)
PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.
RAMAHDAH bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab suci al-Quranulkarim,yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah.
Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.
Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita mengawal diri kita untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari,karena mematuhi perintah Allah.Walaupun isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya diketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah s.w.t.
Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah:"Wahai orang-orang yang beriman" dan disudahi dengan:" Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa."Jadi jelaslah bagi kita puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan.Untuk menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama sebulan Ramadhan,melatih diri kita,menahan hawa nafsu kita dari makan dan minum,mencampuri isteri,menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia,seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan ummat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya.Rasullah s.a.w.bersabda:
"Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor."
(H.R.Ibnu Khuzaimah)
Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan sahaja dapat membersihkan Rohani manusia juga akan membersihkan Jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak berehat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat merehatkan alat pencernaan kita lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan berkesan.
Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan
rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia sahaja.
Allah berfirman yang maksudnya:
"Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (s.al-A'raf:31)
Nabi s.a.w.juga bersabda:
"Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang."
Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi mengikut keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa muzarat kepada kesehatan kita. Boleh menyebabkan badan menjadi gemuk, dengan mengakibatkan kepada sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh itu makanlah secara sederhana, terutama sekali ketika berbuka, mudah-mudahan Puasa dibulan Ramadhan akan membawa kesehatan bagi rohani dan jasmani kita. Insy Allah kita akan bertemu kembali.
Allah berfirman yang maksudnya: "Pada bulan Ramadhan diturunkan al-Quran
pimpinan untuk manusia dan penjelasan keterangan dari pimpinan kebenaran
itu, dan yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Barangsiapa menyaksikan (bulan) Ramadhan, hendaklah ia mengerjakan puasa.
(s.al-Baqarah:185)
Minggu, 13 Juni 2010
Saya

Latar belakang
Shino adalah genin di desa Konoha yang seangkatan dengan Naruto Uzumaki, tokoh utama Naruto. Dia adalah keturunan klan Aburame yang bisa mengendalikan serangga khusus yang bersarang di tubuh mereka sejak lahir. Serangga ini bersarang di tubuh mereka dan sebagai imbalannya dapat digunakan sebagai senjata bagi inangnya. Shino adalah orang yang tenang, berkepala dingin, sensitif, agak cemburuan (Kiba adalah rival abadi Shino dalam memperebutkan Hinata) mudah tersinggung, serius, profesional, jenius, bisa diandalkan, logis dan cenderung tertutup. Dia bahkan tidak pernah terlihat tertawa. Dia pernah sekali tertawa terbahak-bahak karena racun tertawa di anime filler.
Langganan:
Postingan (Atom)

