Sabtu, 10 September 2011
Senin, 08 Agustus 2011
Gejala Penyakit liver
Menjaga kesehatan tubuh memang tidak mudah, ada berbagai macam hal yang bisa membuat seseorang jatuh sakit. Apakah anda pernah mendengar tentang penyakit liver..? Penyakit liver adalah penyakit hati, tapi bukan karena diputusin pacar atau rasa cemburu. Ini adalah penyakit yang menyerang fisik kita, terutama organ tubuh terpenting yaitu hati. Hati mempunyai fungsi yang penting dalam tubuh yaitu penyaring darah dan juga menjaga fungsi metabolisme.
Jika hati tidak berfungsi dengan baik, hal ini tentu akan menjadi permasalahan bagi anda. Salah satu dari disfungsi hati adalah mudah terjadinya pendarahan. Selain itu rusaknya fungsi hati akan mengakibatkan berkurangnya sel darah merah karena tidak mampu diproduksi lagi oleh hati dan sumsum tulang.
Lalu apa yang menjadi Gejala Penyakit Liver? Penyakit ini mempunyai 18 tanda gejala yang harus anda ketahui dan waspadai. Ciri-ciri seseorang terkena penyakit ini adalah:
- Mengalami kekuningan pada kulit.
- Urin berubah warna kecoklatan seperti teh.
- Sering mengalami mual.
- Cepat kehilangan selera makan.
- Mudah kehilangan berat badan secara drastis.
- Sering mengalami muntah.
- Mengalami Diare.
- Warna Feces(BAB) yang pucat.
- Sering mengalami nyeri perut di bagian kanan atas.
- Sering mengalami tidak enak badan dan kurang bersemangat.
- Mengalami gatal-gatal.
- Mengalami pembesaran pembuluh darah.
- Mudah sekali mengalami kelelahan.
- Tingkat kadar gula menjadi rendah.
- Mengalami pegel-pegel dan sakit otot.
- Mengalami demam ringan.
- Gairah seks mengalami penurunan.
- Sering mengalami depresi.
Delapan belas ciri dan gejala penyakit liver diatas harus anda ketahui dan pahami, agar anda bisa juga mengantisipasi dan mendeteksi sendiri jika anda atau orang terdekat anda terkena penyakit ini. Walaupun sekarang teknologi kedokteran telah sangat berkembang pesat, namun tingkat kematian dari penyakit ini termasuk tinggi dan berbahaya.
Kanker
Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.
Pada umumnya, sel kanker membentuk sebuah tumor, kecuali pada leukemia. Reaksi antara asam tetraiodotiroasetat dengan integrin adalah penghambat aktivitas hormon tiroksin dan tri-iodotironina yang merupakan salah satu faktor yang berperan dalam angiogenesis dan proliferasi sel tumor.[2] Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline). Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasi dan karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi.
Kebanyakan kanker menyebabkan kematian. Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok dapat menyebabkan banyak kanker daripada faktor lingkungan lainnya. Tumor (bahasa Latin; pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa "ganas" (bersifat kanker) atau "jinak" (tidak bersifat kanker). Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis. Kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ lain.
Pada umumnya, sel kanker membentuk sebuah tumor, kecuali pada leukemia. Reaksi antara asam tetraiodotiroasetat dengan integrin adalah penghambat aktivitas hormon tiroksin dan tri-iodotironina yang merupakan salah satu faktor yang berperan dalam angiogenesis dan proliferasi sel tumor.[2] Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline). Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasi dan karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi.
Kebanyakan kanker menyebabkan kematian. Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok dapat menyebabkan banyak kanker daripada faktor lingkungan lainnya. Tumor (bahasa Latin; pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa "ganas" (bersifat kanker) atau "jinak" (tidak bersifat kanker). Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis. Kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ lain.
Apa itu penyakit hepatitis?
Jangan anggap remeh penyakit hepatitis. Hepatitis B dan C dapat berkembang menjadi sirosis (pengerasan hati), kanker hati dan komplikasi lainnya yang dapat mengakibatkan kematian!
Dalam masyarakat kita, penyakit hepatitis biasa dikenal sebagai penyakit kuning. Sebenarnya hepatitis adalah peradangan organ hati (liver) yang disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor penyebab penyakit hepatitis atau sakit kuning ini antara lain adalah infeksi virus, gangguan metabolisme, konsumsi alkohol, penyakit autoimun, hasil komplikasi dari penyakit lain, efek samping dari konsumsi obat-obatan maupun kehadiran parasit dalam organ hati (liver).
Lalu mengapa masyarakat kita menyebutnya sebagai penyakit kuning? Begini penjelasannya. Salah satu gejala penyakit hepatitis (hepatitis symptoms) adalah timbulnya warna kuning pada kulit, kuku dan bagian putih bola mata.
Peradangan pada sel hati dapat menyebabkan kerusakan sel-sel, jaringan, bahkan semua bagian dari organ hati (liver). Jika semua bagian organ hati (liver) telah mengalami kerusakan maka akan terjadi gagal hati (liver) yang menyebabkan kematian.
Meskipun saat ini telah ada teknologi pencangkokan/transplantasi organ hati (liver) untuk mengganti organ hati (liver) yang telah tidak berfungsi, tetapi selain biayanya sangat mahal, kesuksesan pencangkokan hati hingga saat ini masih sangat kecil persentasenya.
Gejala penyakit hepatitisMengenal organ hati
Penyakit hepatitis adalah masalah dunia
Penyakit hepatitis di Indonesia
penyakit tidak menular
CIRI CIRI PENYAKIT JANTUNG DAN PENGOBATAN PENYAKIT JANTUNG Maret 26, 2009 — sehat4life CIRI CIRI PENYAKIT JANTUNG DAN PENGOBATAN PENYAKIT JANTUNG CIRI-CIRI PENYAKIT JANTUNG : CIRI CIRI PENYAKIT JANTUNG DAN PENGOBATAN PENYAKIT JANTUNG • Nyeri pada dada kiri • Sesak napas • Irama jantung tak beraturan • Keringat dingin • Mual dan muntah Penyakit kardiovaskuler, terutama jantung koroner, yang ditandai dengan serangan jantung, masih menempati peringkat pertama penyabab kematian di Indonesia. Penelitian Havard University mengatakan sumber penyakit jantung adalah mikroba. tidak akan menempel kolesterol di pembuluh darah jantung bila tidak ada yang mengawali. mikroba ini yang menyebabkan kolesterol berkumpul di pembuluh darah jantung.
Asal Usul bahasa jawa kromo-ngoko
akhirnya setelah muter muter di mbah google akhirnya ketemu deh asal mulanya, walau sedikit informasi yang saya dapatkan tapi semoga bermanfaat untuk dipostingkan lewat blok ini.
Tata cara penggunaan bahasa jawa kromo-ngoko ibu mulai digunakan pada masa pemerintahan sultan agung, dimana penggunaan bahasa jawa tidak seperti itu, sebagaimana dipahami bahasa jawa kuno tidak mengenal tata cara seperti itu. Dalam bahasa ngoko, digunakan untuk teman sebaya atau sederajat, tidak ada istilah di agungkan dalam lawan bicara, sedangkan dalam bahasa kromo dicitrakan sebagai sopan santun dalam berbicara, menunjukan keanggunan dalam berbicara. Tingkatan ini dipakai para bawahan atay orang orang dibawah ,maupun dalam keadaan resmi, serta orang yang tidak dikenal.
Menurut Poedjosudarsono bahasa jawa ngoko merupakan akar dari seluruh dari kosa kata bahasa jawa.
Jumlah kosakata ngoko mencapai ratusan ribu, kromo memiliki 850 kata, dan kromo inggil hanya memiliki 250 kata.
Terjadinya kromo-ngoko
Menurut Benedict anderson (1990) hal tersebut dikarenakan adanya krisis politik-budaya sejak abad 16 dan semakin menguat ketika penjajahan Belanda yang serempak memfosilkan kekuasaan jawa dan memfeodalkan hubungan para anggota kerajaan dengan rakyatnya. Hal ini menyebabkan kesenjangan begitu jauh antara masyarakat kaum atas dengan kaum bawah!!
menurut pak Anderson lagi bahwa bentuk kekuasaan penguasa jawa secara nyata (de facto) telah hilang. Raja-raja jawa adalah boneka hidup yang dikendalikan Belanda.
Disinilah muncul hirarki bahasa jawa yang berakar dari feodalisme! dan dianggap menguntungkan penjajah pada waktu itu,karena dapat memperlancar kekuasaanya secara sembunyi-sembunyi dibelakang raja raja tersebut. Disinilah alasan mengapa bahasa kromo sangat sedikit kosakatanya, disebabkan dalam rangka pengendalian apa yang akan dikatakannya.Ditunjang sistem kebangsawanan.
yah cuma itu yang bisa saya utarakan asal usul bahasa jawa kromo-ngoko, walau itu digunakan para bangsawan untuk memperbesar kesenjangan antara kalangan atas dengan kalangan bawah, tapi buat kita sekarang sebaiknya digunakan untuk berbicara kepada orang tua, atas dasar sopan santun kita. :)
Langganan:
Postingan (Atom)
