ana

ana
micro

Label

Rabu, 31 Juli 2013

Memburu Lailatul Qadar Di Malam Tanggal Genap




Dalam kitab Al Muhalla, Ibnu Hazm Al Andalusi berkata:
ليلة القدر واحدة في العام في كل عام، في شهر رمضان خاصة، في العشر الاواخر خاصة، في ليلة واحدة بعينها لا تنتقل أبدا إلا انه لا يدرى أحد من الناس أي ليلة هي من العشر المذكور؟ إلا انها في وتر منه ولا بد،
Lailatul Qadar itu ada hanya sekali dalam setahun, dan hanya khusus terdapat di bulan Ramadhan-nya serta hanya ada di sepuluh malam terakhirnya, tepatnya hanya satu hari saja dan tidak akan pernah berpindah harinya. Namun, tidak ada satu orang manusia pun yang tahu lailatul qadar jatuh di malam yang mana dari sepuluh malam tersebut. Yang diketahui hanyalah bahwa ia jatuh di malam ganjil.
فان كان الشهر تسعا وعشرين فأول العشر الاواخر بلا شك ليلة عشرين منه، فهى إما ليلة عشرين، وإما ليلة اثنين وعشرين، وإما ليلة أربع وعشرين، واما ليلة ست وعشرين، واما ليلة ثمان وعشرين، لان هذه هي الاوتار من العشر الاواخر
Andaikata Ramadhan itu 29 hari, maka dapat dipastikan bahwa awal dari sepuluh malam terakhir adalah malam ke-20. Sehingga, lailatul qadar dimungkinkan jatuh pada malam ke-20, atau ke-22, atau ke-24, atau ke-26, atau ke-28. Karena inilah malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir.
، وان كان الشهر ثلاثين فأول الشعر الاواخر بلا شك ليلة احدى وعشرين، فهى إما ليلة احدى وعشرين، واما ليلة ثلاث وعشرين، واما ليلة خمس وعشرين، واما ليلة سبع وعشرين، واما ليلة تسع وعشرين، لان هذه هي أوتار العشر بلاشك
Andaikata Ramadhan itu 30 hari, maka dapat dipastikan bahwa awal dari sepuluh malam terakhir adalah malam ke-21. Sehingga, lailatul qadar dimungkinkan jatuh pada malam ke-21, atau ke-23, atau ke-25, atau ke-27, atau ke-29. Karena inilah malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir.
[Sampai di sini perkataan Ibnu Hazm]
Kita semua tahu bahwa penentuan 1 Syawal atau penentuan berapa hari bulan Ramadhan itu ditentukan di akhir Ramadhan dengan ru’yatul hilal. Dengan kata lain, di tengah bulan Ramadhan kita belum tahu apakah bulan Ramadhan itu 29 atau 30 hari. Jika demikian, maka probabilitas jatuhnya lailatul qadar adalah sama di setiap malam pada sepuluh malam terakhir. Dengan kata lain, di malam tanggal genap pun bisa jadi saat itu lailatul qadar, berdasarkan penjelasan Ibnu Hazm di atas. Oleh karena itu, barangsiapa yang bertekad untuk mendapatkan lailatul qadar hendaknya mencari di sepuluh malam terakhir baik malam ganjil maupun genap.
Wallahu’alam.

Minggu, 14 Juli 2013

KERINDUAN DALAM HATI

Kapan saya akan bertemu lagi? Anda meninggalkan dengan tidak selamat tinggal, tidak satu kata dikatakan, ada ciuman terakhir untuk menutup setiap jahitannya, aku tidak tahu negara kami berada di mana,
Aku tahu aku memiliki hati yang berubah-ubah dan kepahitan, dan mata mengembara, dan berat di kepala saya,
Tapi kau tidak ingat? Apa kau tidak ingat? Alasan kau mencintaiku sebelumnya, Baby, harap ingat saya sekali lagi,
Kapan terakhir kali Anda memikirkan aku? Atau apakah Anda benar-benar terhapus saya dari memori Anda? Saya sering berpikir tentang di mana kesalahan saya, Semakin banyak saya lakukan, semakin aku tahu,
Tapi aku tahu aku memiliki hati yang berubah-ubah dan kepahitan, dan mata mengembara, dan berat di kepala saya,
Tapi kau tidak ingat? Apa kau tidak ingat? Alasan kau mencintaiku sebelumnya, Baby, harap ingat saya sekali lagi,
Memberi Anda ruang sehingga Anda bisa bernapas, aku menjaga jarak sehingga Anda akan bebas, dan berharap bahwa Anda menemukan bagian yang hilang, Untuk membawa Anda kembali ke saya,
Kenapa kau tidak ingat? Apa kau tidak ingat? Alasan kau mencintaiku sebelumnya, Baby, harap ingat saya sekali lagi,
Kapan saya akan bertemu lagi? Kapan saya akan bertemu lagi? Anda meninggalkan dengan tidak selamat tinggal, tidak satu kata dikatakan, ada ciuman terakhir untuk menutup setiap jahitannya, aku tidak tahu negara kami berada di,
Aku tahu aku memiliki hati yang berubah-ubah dan kepahitan, dan mata mengembara, dan berat di kepala saya,
Tapi kau tidak ingat? Apa kau tidak ingat? Alasan kau mencintaiku sebelumnya, Baby, harap ingat saya sekali lagi,
Kapan terakhir kali Anda memikirkan aku? Atau apakah Anda benar-benar terhapus saya dari memori Anda? Saya sering berpikir tentang di mana kesalahan saya, Semakin banyak saya lakukan, semakin aku tahu,
Tapi aku tahu aku memiliki hati yang berubah-ubah dan kepahitan, dan mata mengembara, dan berat di kepala saya,
Tapi kau tidak ingat? Apa kau tidak ingat? Alasan kau mencintaiku sebelumnya, Baby, harap ingat saya sekali lagi,
Memberi Anda ruang sehingga Anda bisa bernapas, aku menjaga jarak sehingga Anda akan bebas, dan berharap bahwa Anda menemukan bagian yang hilang, Untuk membawa Anda kembali ke saya,
Kenapa kau tidak ingat? Apa kau tidak ingat? Alasan kau mencintaiku sebelumnya, Baby, harap ingat saya sekali lagi,
Kapan saya akan bertemu lagi?

Jumat, 09 November 2012

Rabu, 31 Oktober 2012

CERITAKU


   

 Saya dan keluarga saya pergi rekreasi ke Solo. kami pergi ke sanapada hari Senin dengan mobil, kami tinggal di rumah kakek-nenek
     Pada hari Selasa kami tertarik pergi ke tawangmangu. kami menikmati pemandangan indah dengan air terjun yang makan siang di sana, kami memiliki makanan tradisional seperti gudangan,temoe bacem, ikan goreng dan ayam goreng. kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Tawang oyr Jurug.
     
Hari berikutnya kami pergi ke Kraton Kasunanan. kami melihatberbagai jenis warisan hitorical istana. setelah itu kami harusberbelanja di Kl, pasar dan mal ewer tunggal besar. Saya membelisouvenir beberapa untuk causins ​​saya. Di malam hari kami pergi jalan-jalan kota.
     Pada Kamis pagi kami mengucapkan selamat tinggal kepadakakek-nenek kita dan pulang. Aku benar-benar menikmati liburan saya karena itu menyenangkan
.

Kamis, 04 Oktober 2012

Selasa, 02 Oktober 2012


Tema              :Anak Muda dan Pembangunan Karakter Bangsa

Sub tema        :Karakter Bangsa dan Cinta Tanah Air


     Dalam hubungan ke-Indonesia-an (kebangsaan), maka cinta Tanah-Air tersebut memberikan tampilan bagaimana karakter bangsa, yang memiliki muatan-muatan rasa, paham, dan semangat kejuangan: bahwa cinta Tanah-Air tersebut antara lain wujudnya merupakan bela negara; atau kewajiban dasar manusia; berarti juga kerhormatan bagi setiap warga negara; atas dasar kesadaran, tanggung jawab; rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa.

     Sebagaimana telah disinggung dalam Pelita yang lalu, kesadaran dari anak bangsa tersebut, bukanlah tiba-tiba, setidaknya diawali pada tahun 1928, ketika para pemuda dari pelosok Nusantara berikrar, bersumpah bersama yang menyatakan: Berbangsa Satu, Bangsa Indonesia; Bertanah-Air Satu, Tanah-Air Indonesia; Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia. Ikrar tersebut (Sumpah Pemuda) itulah yang merupakan salah satu embrio bagi terbentuknya persatuan dan kesatuan bangsa, yang kemudian pada tanggal 17 Agustus 1945 melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
     Setelah perjalanan selama 67 Kemerdekaan, di era reformasi yang diselimuti oleh derasnya arus demokrasi ini, tampaknya banyak di antara bangsa kita terutama pada pemuda-pemuda di jaman sekarang ini yang semakin memudar rasa cintanya terhadap Tanah-Air, rasa persatuan dan kesatuannya, rasa kepedulian nasional dan cita-cita Kemerdekaan.
     Hal seperti itu dapat kita lihat dalam kenyataan di masyarakat. Banyaknya pemuda-pemudi di jaman sekarang ini yang tidak mematuhi peraturan Negara bahkan menjatuhkan nama bik negaranya sendiri suatu hal di kalangan pelajar masih banyak yang sering bolos sekolah, tawuran dengan sekolah lain, yang lebih tragisnya banyak pemuda-pemudi bahkan di kalangan pelajar di jaman sekarang yang salah menggunakan obat-obatan terlarang atau sering disebut NARKOBA,sehingga banyak pemuda-pemudi yang tidak memiliki rasa cinta tanah air .Sekarang kita bisa buktikan dengan bukti yang lain berapa banyak lagu-lagu Nasional yang dihafal oleh pemuda-pemudi dan pelajar di seluruh Indonesia. Ada yang tidak langsung sikapnya telah mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Ada yang memperkaya diri dan mementingkan diri sendiri tanpa mempedulikan orang lain. Tidak hanya itu, dalam tampilan sehari-hari, konflik sosial, konflik teritorial, terorisme, provokasi, kejahatan Narkoba, kecenderungan krisis kepercayaan, KKN, cybercrime, money laundring, illegal logging, perompakan, pencurian ikan, kualitasnya cenderung meningkat, dan lain-lain.
Itu semua bisa terjadi antara lain karena ada tendensi bahwa seseorang tidak menyadari bahkan tidak menghargai akan jasa Tanah-Air terhadap dirinya. Bila kita bersyukur kepada Allah SWT dan cinta Tanah-Air, tentu kita akan sadar untuk merawat dan menjaga jangan sampai Tanah-Air kita tercemar atau tergerogoti oleh tangan-tangan jahil. Sepatutnya kita cintai Tanah-Air ini dengan menjaga kelestariannya.
     Pudarnya rasa cinta terhadap Tanah-Air dan tanggung jawab terhadap negara dan bangsa sendiri, juga mungkin disebabkan kurangnya kesadaran dan penghargaan atas perjuangan para Pahlawan dan tidak menyadari betapa pahitnya hidup dalam penjajahan dan nikmatnya hidup di alam Kemerdekaan. Bisa jadi seseorang tidak menyadari hal itu oleh karena ia tidak pernah hidup di zaman penjajahan dan penindasan kolonialisme. Akibatnya ia berbuat tidak bijaksana terhadap bangsa dan negaranya sendiri. Di sana-sini kita mendengar orang mulai berani menjual pulau-pulau kecil kepada orang asing, menjual aset-aset nasional demi kepentingan tertentu, atau menukar budaya luhur dengan budaya asing yang tanpa tolok ukur.
     Kini saatnya kita mengajak anak bangsa untuk menyadari kembali akan nilai Kemerdekaan. Orang yang menyadari pentingnya akan nilai Kemerdekaan, tentu tidak akan hidup seenaknya sendiri dan tidak akan mementingkan diri sendiri dan sebaliknya kecintaannya akan semakin kuat. Dengan kesadaran itu ia turut menjamin kelangsungan hidup Tanah-Airnya. Di waktu lalu, mulai anak-anak sekolah, kita masih sering mendengar lagu-lagu perjuangan seperti Tanah Airku Indonesia, Negeri elok amat kucinta.. dan seterusnya. Lagu-lagu seperti itu kini tinggal kenangan, paling-paling tampil saat aubade pada upacara di Istana. Untuk kepentingan pendidikan karakter bangsa, moral dan cinta Tanah-Air sebaiknya terus diajarkan kepada anak-anak mulai dari anak-anak TK sekalipun.
     Maka disamping membangun pendidikan kewarga-negaraan pendidikan harus mampu membuat anak didik bermanfaat, bagi bangsa menjadikan setiap anak bangsa semakin cinta terhadap Tanah-Air. Dan itulah karakter bangsa, sebab perbuatan yang mengandung manfaat pasti baik dan benar, merupakan ciri-ciri orang berkarakter. Di bawah pemerintahan baru dengan Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono, kita berharap, pembangunan cinta Tanah-Air, pembangunan bela negara, pembangunan kewarganegaraan tetap dikedepankan, sebab semakin memudarnya cinta Tanah-Air, dapat merupakan ancaman bagi eksistensi negara bangsa Indonesia. Mencegah sebelum semua itu terjadi atau menjadi parah, hal itu merupakan kebutuhan dan keniscayaan. Bangsa kita terlahir dari perjuangan keras, dan menjadi bangsa yang mampu memenuhi janji-janjinya, ikrarnya, mengisi pembangunan, sebagai bukti dari cinta terhadap Tanah-Air Indonesia. Semoga.